Belajar Kitab Kuning Mudah dan Cepat dengan Metode Al Miftah Lil Ulum

Tips Menguasai Kitab Kuning
Desember 10, 2019
belajar kitab kuning dasar
Wajib Belajar Bahasa Arab! Sebelum Membaca 7 Kitab Kuning Dasar
Januari 27, 2020

Belajar Kitab Kuning Mudah dan Cepat dengan Metode Al Miftah Lil Ulum

Istilah “Kitab Kuning”  ditujukan untuk kitab-kitab Islam yang ditulis dengan aksara arab di atas kertas berwarna kuning. Kitab ini juga dikenal dengan istilah “kitab gundul” karena ditulis dengan aksara arab atau arab melayu gundul tanpa harakat.

Kitab Kuning

Kitab kuning berisi pelajaran-pelajaran mengenai agama islam dan berbagai bidang lainnya. Beberapa pembahasan yang ada dalam kitab tersebut antara lain bidang ilmu fiqih, tasawuf/akhlak, nahwu dan shorof (ilmu tata bahasa arab), tafsir dan lain-lain hingga pada ilmu kemasyarakatan dan sosial. Jenis-jenis kitab kuning ini ada cukup banyak diberbagai bidang pembahasan dan dikarang oleh ulama-ulama yang terkenal akan karya-karyanya dibidang ilmu tersebut.

Dalam dunia pesantren khususnya pesantren salaf dimana kitab kuning merupakan rujukan utama, pastinya setiap santri diwajibkan untuk bisa membaca kitab kuning. Namun umumnya metode pembelajaran yang dilakukan di pesantren-pesantren masih terkesan klasik dan tradisional sehingga beberapa santri terasa sulit untuk bisa menguasainya dengan cepat.

Metode Pembelajaran Kitab Kuning

Beberapa metode belajar kitab kuning yang masih digunakan antara lain :

  • Metode Bandongan

Metode ini merupakan metode umum yang paling sering digunakan dalam pesantren-pesantren. Dalam metode ini santri memaknai kitab gundul/bermakna dengan huruf arab pegon pada saat Ustadz atau Kiai menjelaskan dan mencatat keterangan-keterangan yang diperoleh selama kegiatan berlangsung.

  • Metode Sorogan

Metode sorogan adalah metode dimana para santri menghadap Ustadz/Kyai dengan membawa kitab yang akan dipelajari. Kyai membacakan pelajaran yang berbahasa Arab per-kalimat kemudian menerjemahkan dan menerangkan maksudnya. Santri menyimak kemudian ngasehi (mengesahkan) dan memberi catatn pada kitabnya untuk mengesahkan bahwa pelajaran tersebut telah diberikan oleh Kyai . Kemudian giliran santri mengulang dan menerjemahkannya se-kata demi kata semirip mungkin penjelasan Kyai.

  • Metode Bahtsu Al-Masail

Metode Bahtsu Al-Masail merupakan metode pembelajarn dengan sistem diskusi. Dimana para santri dituntut untuk berpikir kritis dan sistematis dalam menyelesaikan permasalahan yang dibahas. Metode ini juga merupakan sebuah sarana untuk mengasah kompetensi analisis, berargumentasi dan adu pendapat.

Itu merupakan metode pembelajaran yang masih sering digunakan pada pesantren-pesantren di Indonesia. Umumnya metode-metode tersebut merupakan penerapan dari sistem pembelajaran yang ada  di Timur Tengah.

Namun saat ini belajar kitab kuning bukanlah hal yang sulit lagi karena ada metode pembelajaran Miftah Lil Ulum yang menjadikan berlajar kitab kuning lebih mudah dan cepat. Selain itu, ada beberapa tips menguasai kitab kuning yang mungkin bisa membantu Anda.

Metode Pembelajaran Kitab Kuning Al Miftah Lil Ulum

Metode pembelajaran kitab kuning dengan Al Miftah Lil Ulum ini dirintis oleh Ahmad Qusyairi Ismail dan dikembangkan Batartama (Badan Tarbiyah wa T’lim Madrasi) setelah mendapat mandat dari pihak pengasuh Pondok Pesantren Sidogiri.

Metode ini diterapkan sebaga sarana untuk memahami kitab Fathul Qarib yang mempelajari ilmu fiqih atau tata cara ibadah dalam syariat islam. Metode pembelajaran Al Miftah Lil Ulum ini menggunakan modul learning sehingga santri atau siswa yang telah memenuhi target pembelajaran bisa langsung naik tingkat tanpa menunggu peserta didik seangkatannya.

Dalam metode Al Miftah Lil Ulum ini para siswa atau santri akan di bagi menjadi beberapa kelas yaitu :

  • Kelas jilid, Target dari kelas ini adalah menguasai dan hafal teori Nahwu Shorof jilid 1-4, dengan waktu tempuh selama 113 TM (tatap muka) dalam durasi 1 jam pelajaran, untuk jurnal 2 jam setiap TM membutuhkan 59 TM (penyelesaian jilid 1-4)

  • Kelas Praktikum (Sorogan Fath Al Qarib), siswa/santri telah mampu menerapkan teori jilid 1-4 dengan bantuan kamus dalam membaca kitab dengan baik dan benar.

Metode Al Mifath ini terdiri dari 7 buku. Dimana 4 buku berisi teori nahwu sorof jilid 1-4, 1 buku berisi Nadzom Al Miftah bahasa Arab dan Indonesia. 1 buku Tashrif Al Miftah dan 1 buku panduan bertanya (pegangan guru).

Metode yang digunakan dalam pembelajaran Al Miftah Lil Ulum ini adalah :

  1. Metode memahami dan menghafal, bertujuan agar para santri/siswa mampu menguasai seluruh teori jilid 1-4.
  2. Metode 5 jari, diterapkan dalam pembelajaran isim damir untuk mengurai gender dan pelaku kata kerja.
  3. Metode takrar, metode ini diterapkan dalam Sorogan Fathul Qarib pada saat tanya jawab sesuai dengan buku panduan bertanya.

Nah, itu merupakan sedikit penjelasan mengenai metode-metode yang digunakan dalam proses pembelajaran kitab kuning baik yang tradisional maupun yang baru. Salah satu tempat kursus kitab kuning yang menerapkan sistem atau metode pembelajaran Al Miftah Lil Ulum ini adalah Al Azhar Pare.

Program Al Miftah Lil Ulum Al Azhar Pare

Al Azhar menyediakan program pembelajaran kitab kuning dengan metode “Al Miftah Lil Ulum”. Dalam penerapannya Kursus kitab kuning Al Azhar menggunakan kitab Fathul Qorib karangan Ahmad bin Husein bin Ahmad Al-Asfahaniy yang mempelajari Ilmu Fiqih Syafi’i.

Dalam hal ini, Al-Azhar memiliki kelas yang didesain khusus dengan metode interaktif untuk mahir baca kitab kuning dengan metode lagu sebagaimana metode yang berasal dari pesantren Sidogiri. Konsep Pembelajaran yang sangat menyenangkan ini menjadikan pelajar semangat dan tidak mudah bosan. Serta metode Al Miftah Lil Ulum yang dipadupadankan dengan konsep yang dimiliki Al-Azhar menjadikan kursus kitab kuning ini cepat dikuasai oleh para santri.

Kelebihan Metode Al Miftah Lil Ulum Al Azhar Pare

  1. Waktu belajar hanya 2 bulan. 1 bulan belajar teori & 1 bulan praktik baca kitab “fathul qorib”.
  2. Usia tidak muda lagi tidak menjadi masalah, karena program kita ditujukan untuk segala umur.
  3. Metode pembelajaran menyenangkan, memudahkan dan menempatkan pelajar sebagai subjek belajar yang aktif
  4. Materi sangat mudah dihafalkan karena memakai metode bernyanyi dan tanya jawab yang intens
  5. Dalam 1 bulan peserta hafal nadzom-nadzom ilmu nahwu dan mengerti kegunaannya dalam membaca kitab

Segera daftar Kursus kitab kuning Al Azhar Pare dengan klik tombol dibawah ini.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi kontak kami dibawah ini :

Kursus Kitab Kuning Al Azhar

 : Jl. Cempaka NO.22, Tegalsari, Tulungrejo, Pare, Kediri
 : 0859175453927
 : 0859175453927

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hubungi Kami